puisi tentang cinta, kasih sayang,rindu,suka duka, sedih, bahagia, dan lara

Curahkan hatimu melalui puisi, jangan kau simpan dalam hati, biarkan mengalir dengan tulisan puisimu

Senin, 13 Mei 2013

Saat Kami Sengsara Dimana Bapak NegaraKu

Saat bulan menerangi bumi
Tak tampak olehku
Masih tertutup rimbun
Senyum Bulan pun tak nampak lagi
   Meski tanahku tak dijajah
   Tapi diriku lebih merasa dijajah
   Saat kami sengsara
   Diamana Bapak NegaraKu
Semua seperti terkubur hiruk pikuk kesibukan pribadi
Tak melihat kami yang sengsara di pulaumu
Bangsa yang di bilang Bhinika Tunggal Ika
Tak nampak untuk Bapak NegaraKu
   Saat kami butuh air bersih
   Bapak Negara pergi jauh terbang
   Saat kami menangis
   Bapak Negara tersenyum bangga di negara lain
Bapak NegaraKu
Kami sengsara di Negaramu
Kami tak kuat hidup
Kami sakit...
   Bapak NegaraKu
   Adakah ladang yang bisa buat kami kenyang
   Adakah air yang mengalir buat mencuci badan ini
   Apakah engkau tertidur
Kami lebih baik mati ditanah lahirku
Daripada sengsara numpang daerah lain
Lebih baik anak kami kelaparan
Daripada mengemis Bapak NegaraKu
   Bapak NegaraKu
   Lihat kami dipulaumu
   Di bawah gunung,hutan lebat
   Tempat kami tinggal
Saat kami sakit
Hujan yang menyembuhkan
Saat kami kelaparan
Tanah batu yang kami makan
   Dimana saat kami membutuhkan mu
   Apakah engkau tidak melihat kami
   Kami kesakitan...
Seandainya awan bisa di tempati
Kami kan tinggali
Seandainya tanah tidak gugur
Kami tak akan sengsara seperti ini
   Jangan pernah pandang kami sebelah mata
   Meski satu nyawa kami rakyatmu
   Jangan pernah engkau melihat sengsara negara lain
   Lihat kami tidak bisa makan


Untuk menyambut hari kebangkitan nasional...inilah cerita rakyat bangsa yang sebenarnya...sakit tak bisa berobat,makan tak ada sembako yang murah,jalanpun harus antri....


By: Ayi Merana (add facebook ayi merana puisi hati)



Kirim puisi lewat email: ayi_merana@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar