Saat bulan menerangi bumi
Tak tampak olehku
Masih tertutup rimbun
Senyum Bulan pun tak nampak lagi
Meski tanahku tak dijajah
Tapi diriku lebih merasa dijajah
Saat kami sengsara
Diamana Bapak NegaraKu
Semua seperti terkubur hiruk pikuk kesibukan pribadi
Tak melihat kami yang sengsara di pulaumu
Bangsa yang di bilang Bhinika Tunggal Ika
Tak nampak untuk Bapak NegaraKu
Saat kami butuh air bersih
Bapak Negara pergi jauh terbang
Saat kami menangis
Bapak Negara tersenyum bangga di negara lain
Bapak NegaraKu
Kami sengsara di Negaramu
Kami tak kuat hidup
Kami sakit...
Bapak NegaraKu
Adakah ladang yang bisa buat kami kenyang
Adakah air yang mengalir buat mencuci badan ini
Apakah engkau tertidur
Kami lebih baik mati ditanah lahirku
Daripada sengsara numpang daerah lain
Lebih baik anak kami kelaparan
Daripada mengemis Bapak NegaraKu
Bapak NegaraKu
Lihat kami dipulaumu
Di bawah gunung,hutan lebat
Tempat kami tinggal
Saat kami sakit
Hujan yang menyembuhkan
Saat kami kelaparan
Tanah batu yang kami makan
Dimana saat kami membutuhkan mu
Apakah engkau tidak melihat kami
Kami kesakitan...
Seandainya awan bisa di tempati
Kami kan tinggali
Seandainya tanah tidak gugur
Kami tak akan sengsara seperti ini
Jangan pernah pandang kami sebelah mata
Meski satu nyawa kami rakyatmu
Jangan pernah engkau melihat sengsara negara lain
Lihat kami tidak bisa makan
Untuk menyambut hari kebangkitan nasional...inilah cerita rakyat bangsa yang sebenarnya...sakit tak bisa berobat,makan tak ada sembako yang murah,jalanpun harus antri....
By: Ayi Merana (add facebook ayi merana puisi hati)
Kirim puisi lewat email: ayi_merana@yahoo.co.id
Tak tampak olehku
Masih tertutup rimbun
Senyum Bulan pun tak nampak lagi
Meski tanahku tak dijajah
Tapi diriku lebih merasa dijajah
Saat kami sengsara
Diamana Bapak NegaraKu
Semua seperti terkubur hiruk pikuk kesibukan pribadi
Tak melihat kami yang sengsara di pulaumu
Bangsa yang di bilang Bhinika Tunggal Ika
Tak nampak untuk Bapak NegaraKu
Saat kami butuh air bersih
Bapak Negara pergi jauh terbang
Saat kami menangis
Bapak Negara tersenyum bangga di negara lain
Bapak NegaraKu
Kami sengsara di Negaramu
Kami tak kuat hidup
Kami sakit...
Bapak NegaraKu
Adakah ladang yang bisa buat kami kenyang
Adakah air yang mengalir buat mencuci badan ini
Apakah engkau tertidur
Kami lebih baik mati ditanah lahirku
Daripada sengsara numpang daerah lain
Lebih baik anak kami kelaparan
Daripada mengemis Bapak NegaraKu
Bapak NegaraKu
Lihat kami dipulaumu
Di bawah gunung,hutan lebat
Tempat kami tinggal
Saat kami sakit
Hujan yang menyembuhkan
Saat kami kelaparan
Tanah batu yang kami makan
Dimana saat kami membutuhkan mu
Apakah engkau tidak melihat kami
Kami kesakitan...
Seandainya awan bisa di tempati
Kami kan tinggali
Seandainya tanah tidak gugur
Kami tak akan sengsara seperti ini
Jangan pernah pandang kami sebelah mata
Meski satu nyawa kami rakyatmu
Jangan pernah engkau melihat sengsara negara lain
Lihat kami tidak bisa makan
Untuk menyambut hari kebangkitan nasional...inilah cerita rakyat bangsa yang sebenarnya...sakit tak bisa berobat,makan tak ada sembako yang murah,jalanpun harus antri....
By: Ayi Merana (add facebook ayi merana puisi hati)
Kirim puisi lewat email: ayi_merana@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar