Kukira…
Diriku biasa saja…
Ternyata…
Tak terfikir…
Jika aku salah ucap…
Engkau terdiam…
Hingga aku tak
kuasa…
Maafkan jika aku tak bisa mengerti…
Saat aku melukai hatimu…
Lewat ucapan kata-kata ku…
Butuh waktu panjang
untuk saling memahami…
Masih banyak
hal-hal yang harus kita lewati…
Dua tahun…
Itu tak cukup untuk
kita…
Mungkin lima tahun…
Atau mungkin lebih…
Atau…Tak mungkin bisa…
Atau…Aku yang acuh…
Kurasa tidak…
Setiap hal sudah
aku coba…
Menulis di atas
pasir pantai…
Meski terhapus
ombak,slalu ku tulis kembali…
Tapi maaf…
Jika saat itu aku menulis dengan kasar…
Sehingga pasir pantai kutulis tidak rapi…
Sampai-sampai tak terbaca tulisanku…
Hanya tulisan yang
tak berarti…
Jika kau dengar dan
kau pandangi…
Tak seindah ang kau
bayangkan…
Biarkan waktu yang
berutar…
Biarkan roda yang
berputar…
Tapi jangan rasaku padamu…
Dan tak inginkan itu…
Jadilah timbangan cinta…
Yang selalu bisa menyeimbangkan rasa…
Tak ada yang merasa
pandai…
Tak ada yang merasa
tua…
Tak ada ang merasa
kecil…
Dan tak ada rasa
dia lebih…
Semoga…
Cinta tak terhenti dengan apapun…
Biarkan hari berlalu…
Kenangan tersimpan dalam hati…
Tapi cintaku padamu kan selalu bersinar dalam hatiku…
By: Ayi Merana
Kirim puisi lewat email: ayi_merana@yahoo.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar