Meski rinduku terbalaskan...
Meski rasa ingin jumpaku tercapai...
Tapi rinduku untuk memeluk...
Tapi rinduku untukMencium...
Tapi rinduku untuk berdua...
Kini sudah terhalang jeruji...
Yang tak akan mungkin aku bisa melakukan semuanya...
Jeruji itu menghalangiku...
Menghalangi rinduku...
Kini...
Bila aku rindu...
Hanya bisa memandangmu...
Hanya bisa melihatmu...
Dan tak bisa mendekapmu...
Mulai kini...
Aku harus bsia sadar diri...
Tak ada hak untuk merindu...
Tak ada hak untuk meminta...
Apa lagi untuk melaju...
Rindu...
Hanya sebatas rindu...
Tak lebih dan tak boleh lebih...
Meski rindu ingin memelukmu...
Itu sudah tak akan mungkin...
Karna kau sudah tak akan mungkin inginku peluk...
Karna hangat pelukku tak lagi kau ingat...
Biar...
Biar rinduku aku yang membawa...
Walau sebenarnya aku takut tanpamu disini...
Biarkan rindu dan diriku sendiri seperti dulu aku tanpamu HUNNY...
By: Ayi Merana
Kirim puisi lewat email: ayi_merana@yahoo.co.id
Meski rasa ingin jumpaku tercapai...
Tapi rinduku untuk memeluk...
Tapi rinduku untukMencium...
Tapi rinduku untuk berdua...
Kini sudah terhalang jeruji...
Yang tak akan mungkin aku bisa melakukan semuanya...
Jeruji itu menghalangiku...
Menghalangi rinduku...
Kini...
Bila aku rindu...
Hanya bisa memandangmu...
Hanya bisa melihatmu...
Dan tak bisa mendekapmu...
Mulai kini...
Aku harus bsia sadar diri...
Tak ada hak untuk merindu...
Tak ada hak untuk meminta...
Apa lagi untuk melaju...
Rindu...
Hanya sebatas rindu...
Tak lebih dan tak boleh lebih...
Meski rindu ingin memelukmu...
Itu sudah tak akan mungkin...
Karna kau sudah tak akan mungkin inginku peluk...
Karna hangat pelukku tak lagi kau ingat...
Biar...
Biar rinduku aku yang membawa...
Walau sebenarnya aku takut tanpamu disini...
Biarkan rindu dan diriku sendiri seperti dulu aku tanpamu HUNNY...
By: Ayi Merana
Kirim puisi lewat email: ayi_merana@yahoo.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar