Hujan turun disetiap malam...
Dingin menyelimuti ruangan kamar...
Tak ada suara yang aku dengar...
Terlelap semua dengan lamunan...
Selang hari berganti...
Denyut nadi tandanya mengalirnya darah...
Hembusan nafas tanda aku masih terbangun...
Kini cinta seperti musin yang kita rasa...
Saat kita nanti hujan...
Datang untuk menemani...
Saat reda itu menyenangkan...
Kini tak butuh lagi ikrar...
Cinta bisa datang kapanpun...
Tak perlu engkau rasa...
Cukup engkau tunggu...
Bayang yang dulu kelam...
Kini berwarna dengan hadirmu...
Bukan rayuan yang aku beri...
Tapi cinta yang selalu menyelimuti hati ini
ENGKAU SANG DAMBAAN HATI...
By: Ayi Merana
Kirim puisi lewat e-mail: echolannang@yahoo.com
Dingin menyelimuti ruangan kamar...
Tak ada suara yang aku dengar...
Terlelap semua dengan lamunan...
Selang hari berganti...
Denyut nadi tandanya mengalirnya darah...
Hembusan nafas tanda aku masih terbangun...
Kini cinta seperti musin yang kita rasa...
Saat kita nanti hujan...
Datang untuk menemani...
Saat reda itu menyenangkan...
Kini tak butuh lagi ikrar...
Cinta bisa datang kapanpun...
Tak perlu engkau rasa...
Cukup engkau tunggu...
Bayang yang dulu kelam...
Kini berwarna dengan hadirmu...
Bukan rayuan yang aku beri...
Tapi cinta yang selalu menyelimuti hati ini
ENGKAU SANG DAMBAAN HATI...
By: Ayi Merana
Kirim puisi lewat e-mail: echolannang@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar