Saat tatapan mengindah kan hari...
Kini hari mulai indah bersamanya...
Dalam kelam indah saat bersama...
Tak ada resah apapun indah...
Cerminan dalam hati kini bertabur bintang...
Meski rembuklan tertutup awan...
Tapi sinarmu masih indah dalam hati...
Awan...
Sejukan lah hati ini...
Meski malam tak larut dalam lamunanku...
Tapi cahyamu tak bisa ditembus...
Karna malam tertutup olehmu...
Mewskipun awan mendung...
Jangan kau turunkan hujan...
Karna bisa membasahi bumi ini...
Terkadang indah saat airmu turun...
Tapi kelam bagi orang yang sakit...
Angin berderu...
Bukan memecah ombak...
Tapi angin berderu memecah suasana dalam batin...
Mungkin ini yang disebut cerminan hati...
by:Ayi merana
Kirim puisi lewat e-mail:www.ariwibowoe92@yahoo.com
Kini hari mulai indah bersamanya...
Dalam kelam indah saat bersama...
Tak ada resah apapun indah...
Cerminan dalam hati kini bertabur bintang...
Meski rembuklan tertutup awan...
Tapi sinarmu masih indah dalam hati...
Awan...
Sejukan lah hati ini...
Meski malam tak larut dalam lamunanku...
Tapi cahyamu tak bisa ditembus...
Karna malam tertutup olehmu...
Mewskipun awan mendung...
Jangan kau turunkan hujan...
Karna bisa membasahi bumi ini...
Terkadang indah saat airmu turun...
Tapi kelam bagi orang yang sakit...
Angin berderu...
Bukan memecah ombak...
Tapi angin berderu memecah suasana dalam batin...
Mungkin ini yang disebut cerminan hati...
by:Ayi merana
Kirim puisi lewat e-mail:www.ariwibowoe92@yahoo.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar