Cintaku kini seperti angin
Berlalu-lalang meniup pepohonan
Terkadang meniup kencag dan juga keras tak beraturan
Kini lagu lamaku bernyayi kembali
Luka lama tumbuh lagi
Teringat masa laluku
Saat aku benar-benar cinta banyak akar yang menggagu
Saat aku benar-benar sayang godaan menghadang
Apakah ini nasip cintaku
Haruskah aku mencintai tanpa rasa
Aapakah aku harus sayang tanpa niat
Diriku terkadang merasa tidak adil dengan cinta
Kenapa harus saat aku benar-benar sayang, cinta ini terhalang
Kenapa tidak saat aku cuna ucap cinta
Kenapa tidak dari awal
Kini luka lamaku ada kembali
Kini luka lama dan luka baruku menjadi satu
Betap sakitnya hati ini harus menahan beban dua luka sekaligus
Cinta adakah yang salah padaku
By: Ayi Merana
Kirim puisi lewat e-mail: www.echolannang@yahoo.com
Berlalu-lalang meniup pepohonan
Terkadang meniup kencag dan juga keras tak beraturan
Kini lagu lamaku bernyayi kembali
Luka lama tumbuh lagi
Teringat masa laluku
Saat aku benar-benar cinta banyak akar yang menggagu
Saat aku benar-benar sayang godaan menghadang
Apakah ini nasip cintaku
Haruskah aku mencintai tanpa rasa
Aapakah aku harus sayang tanpa niat
Diriku terkadang merasa tidak adil dengan cinta
Kenapa harus saat aku benar-benar sayang, cinta ini terhalang
Kenapa tidak saat aku cuna ucap cinta
Kenapa tidak dari awal
Kini luka lamaku ada kembali
Kini luka lama dan luka baruku menjadi satu
Betap sakitnya hati ini harus menahan beban dua luka sekaligus
Cinta adakah yang salah padaku
By: Ayi Merana
Kirim puisi lewat e-mail: www.echolannang@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar